Sebab Kekalahan Jerman di Front Timur PD 2

Persenjataan Jerman
Perang Dunia II adalah perang yang paling besar, mematikan dan menelan banyak korban. Dan yang paling berdarah terjadi Front Timur. Serangkaian serangan yang dilakukan oleh Jerman untuk menyerang Uni Sovyet ini menelan hampir 4 juta jiwa. Serangan yang didasari oleh pelanggaran Pakta Molotov - Ribbentrop oleh Sovyet serta kebutuhan perang Jerman yang meningkat membuat Jerman menyiapkan pasukan yang besar, lebih kurang 3,8 juta tentara, 4.300 tank dan pesawat, serta 45.000 artileri. Tetapi, mengapa pasukan sebesar itu dapat dikalahkan? Mungkin berikut adalah beberapa jawabannya:

1. Perang di Dua Front
Keputusan Hitler untuk membuka Front kedua di timur menuai berbagai kontroversi. Ada yang menilai adalah suatu keharusan untuk membuka front kedua. Ada yang berpendapat Front Timur adalah kesalahan terbesar. Tetapi melihat dari sejarah seperti disebutkan di atas, keputusan membuka front adalah tepat, tetapi dengan ancaman yang berada di barat adalah suatu pertimbangan yang sulit. Dalam hal ini, Jerman dibuat menunggu front barat yang membuat Jerman tidak fokus menyerang front timur dan membagi kekuatannya.

2. Besarnya Sumberdaya dan Luasnya Wilayah Uni Sovyet

Uni Sovyet adalah negara terluas di dunia. Bahkan saat ini, Rusia masih memegang rekor tersebut. Tentunya pastikan akan sulit unutk menguasai negara seluas itu dengan berbagai kondisi iklim dan geografis yang berbeda. Mulai dari ikilm kutub di Siberia, hingga Stepa di Asia Tengah. Mulai dari relief yang rata di Eropa Timur dan Pegunungan di Ural dan Kaukasus. Tentunya ini akan menghambat laju pasukan invasi. Selain itu, sumber daya Uni Sovyet sangatlah besar. Mulai dari minyak yang merupakan bahan bakar untuk industri dan mesin perang, hingga warga negara yang sangat diperlukan untuk industri dan militer. Dan yang mengagumkan, militer Uni Sovyet yang saat itu menderita kehancuran dan kekalahan telak, dapat merecovery kekuatannya dan memukul mundur Jerman.

3. Terlindungnya Pusat Industri Sovyet

Penyerangan pusat industri saat perang adalah sangat vital.Karena pada saat perang, industri suatu negara pasti akan dipusatkan untuk keperluan militer. Tak terkecuali Uni Sovyet. Dan Sovyet berhasil memindahkan hampir seluruh industri perangnya menuju ke Pegunungan Ural yang tidak dapat di jangkau oleh Luftwaffe. Sehingga, saat berlangsungnya perang, Pasukan Sovyet dapat terus mendapat aliran kendaraan dan peralatan tempur yang baru tanpa halangan.

4. Infrastruktur Transportasi Sovyet Yang Buruk

Infrastruktur transportasi negara yang di invasi adalah salah satu faktor cepat lambatnya pergerakan pasukan penyeran dan bertahan. Jerman yang terkenal dengan Blitzkriegnya memanfaatkan segala infrastruktur untuk memudahkan mobilisasi pasukannya. Berbeda dengan Eropa Barat, Sovyet sendiri memiliki infrastruktur jalan yang buruk. Jalanan beraspal hanya ditemui di kota - kota besar. Sedang di wilayah lain masih merupakan jalan yang terbuat dari tanah yang dipadatkan. Saat kering, debu dari jalan tersebut membuat pasukan Jerman sulit melihat dan bernafas. Jika hujan, Jalan berubah menjadi lumpur dan membuat kendaraan terperosok. Sehingga mobilitas pasukan terganggu.

5. Musim Dingin Yang Mematikan

Selain bertempur dengan jendral - jendral terbaik Red Army, Jerman harus menghadapi General Winter. Musim dingin Sovyet sangat ekstrem. Sedangkan pasukan Jerman kurang mempersiapkan diri menghadapi musim dingin. Sedangkan pasukan Sovyet sudah terbiasa dengan hal ini. Selain itu, Jerman juga kekurangan pakaina musim dingin, sehingga banyak yang terkena frostbite dan membuat daya tahan tubuh melemah.

6. Suplai Logistik yang terhambat

Hal ini dialami karena gangguan para resistance dan gerilyawan, kurungnya infrastruktur dan badai salju yang menghambat penerbangan. Selain itu, pasukan Jerman juga kurang mempersiapkan peralatan musim dingin.

7. Jepang?

Walaupun secara tidak langsung, hal ini diakibatkan oleh penandatanganan Pakta Non-Agresi oleh Uni Sovyet dengan Jepang. Dengan pakta ini, maka wilayah Sovyet di Timur Jauh / Siberia dan Yakhust dapat terjamin keamanannya dari serangan Jepang. Sehingga dapat memindahkan pasukaanya dari Siberia yang terkenal dengan ketahanannya terhadap dingin untuk melawan Jerman. Walaupun tanpa pakta ini Uni Sovyet dapat menarik pasukannya, tetapi dengan pakta ini membuat Sovyet percaya diri dan merasa aman dari serangan di dua front.

(teokonspirasi.blogspot.com)

8. Keputusan Hitler?

Hitler adalah orang yang dianggap memiliki beberapa andil dalam kekalahan Jerman. Antara lain adalah keputusannya untuk mengurangi kekuatan Heeresgruppe Mitte untuk membantu pasukan yang bergerak menuju Kaukasus. Sedangkan puncak Kremlin telah terlihat di depan mata. Penundaan ini berakibat buruk, Moskva telah dibentengi dengan baik. Selain itu, keputusan Hitler untuk tidak mengizinkan Jendral (lalu Marsekal) Paulus untuk mundur saat dikepung di Stalingrad membuat pasukan tersebut hancur total, bersama dengan kemenangan Jerman.

Beginilah yang bisa saya tulis, apabila ada kekurangan, saran dan kritik, harap hubungi saya. Mari bersama - sama belajar. :)

0 komentar:

Poskan Komentar