Pemimpin Wanita Paling Berpengaruh



Margaret Thatcher
Margaret Hilda Thatcher, Baroness Thatcher, LG, OM, PC, FRS lahir di Grantham,Lincolnshire, Inggris, 13 Oktober 1925. Adalah Perdana Menteri Britania Raya pada tahun 1979-1990; masa jabat terpanjang di abad ke-20. Ia merupakan satu-satunya perempuan yang menduduki jabatan tersebut serta menjadi pemimpin sebuah partai politikbesar di Britania Raya. Ia adalah salah satu tokoh penting pada abad ini. Filosofi politiknya kemudian dikenal sebagai Thatcherisme. Sebelum menjabat, ia sudah dikenal sebagai "Wanita Besi" (Iron Lady) di media Uni Soviet karena penentangannya terhadap komunisme.

Benazir Bhutto
Benazir Bhutto lahir di Karachi, 21 Juni 1953 adalah perempuan pertama yang memimpin sebuah negara Muslim di masa pasca-kolonial. Bhutto yang karismatis terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1988, namun 20 bulan kemudian ia digulingkan oleh presiden negara itu yang didukung militer, Ghulam Ishaq Khan, yang secara kontroversial menggunakan Amandemen ke-8 untuk membubarkan parlemen dan memaksa diselenggarakannya pemilihan umum. Bhutto terpilih kembali pada 1993 namun tiga tahun kemudian diberhentikan di tengah-tengah berbagai skandal korupsi oleh presiden yang berkuasa waktu itu, Farooq Leghari, yang juga menggunakan kekuasaan pertimbangan khusus yang diberikan oleh Amandemen ke-8. Benazir terbunuh pada tanggal 27 Desember 2007 dengan ditembak di bagian leher oleh seorang pembunuh yang kemudian juga meledakkan sebuah bom bunuh diri.

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari1947 adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli2001 – 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak presiden Indonesia pertama yang mengikuti jejak ayahnya menjadi presiden. Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid(Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli2001. Sebelumnya dari tahun 1999-2001, ia menjabat Wakil Presiden di bawah Gus Dur. Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999.

Angela Merkel
Dr. Angela Dorothea Merkel lahir di Hamburg, Jerman, 17 Juli 1954. adalah Kanselir Jerman saat ini. Sebagai ketua Partai Uni Demokratik Kristen (CDU), ia juga memimpin koalisi di parlemen Jerman bersama partai politik partai kubunya, yaitu Uni Sosial Kristen (CSU) dan Partai Demokrat Bebas (FDP, yang berhaluan liberal), yang terbentuk setelah penyelenggaraan Pemilu Federal 2009. Pada 1 Januari 2007, ia menjadi wanita kedua dalam jabatannya sebagai Ketua G8 setelah Margaret Thatcher.

Corazon Aquino
Maria Corazon Sumulong Cojuangco Aquino lahir di Paniqui, Tarlac, Filipina , 25 Januari 1933, dikenal luas dengan 'Cory Aquino', adalah Presiden Filipina pada 1986 – 1992. Dialah wanita Asia pertama yang tampil sebagai presiden wanita di dunia. Wanita ini adalah istri dari tokoh oposisi yang populer, senator Benigno Aquino Jr.. Suaminya terbunuh sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Manila ketika kembali ke negaranya pada 21 Agustus 1983.

Golda Meir
Golda Meir lahir 3 Mei 1898 adalah salah seorang pendiri negara Israel.
Meir pernah menjabat sebagai Menteri Perburuhan, Menteri Luar Negeri, dan Perdana Menterikeempat Israel pada periode 17 Maret 1969 - 3 Juni 1974. Dari 1949 hingga 1956, Meir menjadi Menteri Perburuhan Israel. Pada 1956, ia menjadi Menteri Luar Negeri di bawah Perdana Menteri David Ben-Gurion. Setelah Levi Eshkol meninggal dunia secara tiba-tiba pada 26 Februari 1969, partai memilih Meir untuk menggantikannya sebagai Perdana Menteri. Meir kembali aktif berdinas pada 17 Maret dan menjabat sebagai Perdana Menteri hingga 1974.

Isabel Perón
María Estela Martínez Cartas de Perón (lahir 4 Februari 1931), lebih dikenal sebagai Isabel Martínez de Perón atau Isabel Perón, adalah mantan Presiden Argentina. Dia juga istri ketiga dari mantan Presiden, Juan Perón. Selama masa jabatan ketiga suaminya sebagai presiden, Isabel menjabat sebagai wakil presiden dan setelah kematian suaminya saat menjabat, Isabel menjabat sebagai presiden dari 1 Juli 1974 sampai 24 Maret 1976. Juan Perón menderita serangkaian serangan jantung pada tanggal 28 Juni 1974. Isabel dipanggil pulang dari sebuah misi perdagangan Eropa dan diam-diam dilantik presiden sebagai sementara hari berikutnya.[7] Perón meninggal pada tanggal 1 Juli 1974, kurang dari setahun setelah pemilu yang ketiga ke presiden. Isabel secara formal diasumsikan sebagai pejabat, menjadi non-kerajaan pertama perempuan kepala negaradan kepala pemerintahan di Belahan Barat. Dia dikenal sebagai Presidente La gramatikal. Ia seharusnya disebut La Presidenta, tetapi konstitusi hanya disebut El Presidente.

0 komentar:

Poskan Komentar